Sabtu, 24 April 2021

Tentangmu, Kartiniku

 Tentangmu, Kartiniku



Dalam kegelapan, engkau hidupkan pelita harapan.

Sebagai cahaya penerang jalan, memandang sebuah impian.


Kasih dan cintamu kau curahkan, tanpa harap balasan.

Perjuangan terus kau lanjutkan.

Tiada pikirkan tentang mu seorang.


Ku susuri lorong sejuta mimpi.

Tetapi, langkahku terhenti.

Aku terjatuh.

Jalan terjal membuat ku tertatih.

 

Namun.

Saat itu lantas kau ulurkan tangan yang menenangkan.

Kau raih hingga ku terbangun.

Kau sangga hingga ku berdaya.

Kau hapus air mata dan sembuhkan luka.


Peranmu begitu besar bagiku.

Bukan apa-apa aku tanpa dirimu.

Kau didik aku dengan budi pekerti. 

Sebagai bekal untuk ku berkiprah dimasa nanti.


Kaulah Kartini Ku.

Yang selalu berjuang untukku.

Kasih dan cintamu, tiada luntur oleh waktu.❤️

Selasa, 20 April 2021

Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan Siaga

 Assalamualaikum, hallo sahabat titah pena.

Semoga dimanapun berada dalam keadaan sehat Wal'afiat. Aamiin

Salam Pramuka !

Kali ini saya mau share pembahasan tentang kepramukaan lagi loh.

Baik langsung saja kita bahas yuk !


Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan Siaga



Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat, sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk memberntuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik.

Bentuk barisan yang digunakan oleh peserta upacara ( Pada Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan ) selalu disesuaikan dengan perkembangan jiwa peserta didik. Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Siaga adalah lingkaran, karena perhatian dan perkembangan jiwanya masih terpusat pada orang tua/ Keluarga atau Pembina.


Susunan Upacara Pembukaan Latihan Pramuka Siaga 


  1. Siswa berbaris sesuai Barungnya, Pemimpin barung di depan dan wakilnya di belakang.
  2. Sulung memberikan aba-aba, “Siaga” kemudian dibalas oleh semua anggota, “Siap” 
  3. KemudianSulung memberikan kode untuk membentuk lingkaran kecil, kemudian semua angota siaga membentuk lingkaran kecil tanpa keluar barisan sambil bernyanyi lingkaran kecil. 
  4. Sulung menghadap Ayahanda, kemudian berkata, “Ayahanda bersediakah menjadi Pembina Upacara?”
  5. Ayahanda menjawab, “Ya Bersedia” kemudian berjalan ketengah lingkaran sambil merangkul bahu Sulung. 
  6. Kemudian Pembina Menugaskan Sulung untuk mengambil Bendera Merah Putih, “Sulung ambillah pusaka kita!” 
  7. Sulung menjawab, ‘Siap!” kemudian berjalan mengambil bendera merah putih. 
  8. Ketika Sulung membawa bendera untuk diletakkan ditengah lingkaran, seluruh peserta upacara memberikan hormat, hingga bendera diletakkan pada tempatnya. 
  9. Pembina Upacara mengucapkan Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta Upacara 
  10. Pembina Menugaskan Sulung membacakan Dwi Darma Pramuka 
  11. Pembina menugaskan Sulung untuk kembali kebarisan, kemudian Pembina memberikan pengarahan dan berdoa sebelum melaksanakan latihan.


Susunan Upacara Penutupan Latihan Pramuka Siaga 

 

  1. Siswa berbaris sesuai Barungnya, Pemimpin barung di depan dan wakilnya di belakang.
  2. Sulung memanggil Anggotanya, dengan berkata, “Siaga” dan dijawab “Siap” oleh seluruh anggota. 
  3. Sulung memberikan kode untuk membentuk lingkaran, sambil bernyanyi. 
  4. Sulung menyiapkan barisan, kemudian menjemput Ayahanda 
  5. Ayahanda memasuki lingkaran sambil memegang bahu sulung 
  6. Pembina menugaskan Sulung menyimpan kembali bendera merah putih 
  7. Ayahanda memerintahkan Sulung kembali ke Barungnya 
  8. Pembina memberikan amanat 
  9. Pembina memimpin doa bersama 
  10. Pembina meninggalkan lapangan upacara, kemudian meminta Bucik membubarkan barisan
  11. Siswa membubarkan diri sambil menyanyikan lagu sayonara.

Baiklah, sekian dulu pembahasannya. Semoga bermanfaat.
Stay safe, stay Healthy!

Senin, 19 April 2021

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

Salam Pramuka !

Hallo sahabat titah pena, semoga selalu dalam keadaan sehat Wal'afiat.

Kali ini, saya akan share pembahasan tentang P3K. 

Yuk simak pembahasannya !!!!


 Keterampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan atau biasa disingkat dengan P3K adalah salah satu dari lima materi pokok kepramukaan. 



Pengetahuan tentang P3K bagi anggota pramuka merupakan salah satu kewajiban dalam kepramukaan yang juga sebagai bekal peserta didik dalam hal pengalaman untuk mengamalkan kehormatan pramuka, sikap peduli kepada masyarakat dan orang lain serta terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat. Skill ini wajib dimiliki oleh setiap anggota Pramuka, karena berguna nanti disaat kita sedang melakukan perjalanan di hutan atau di daerah lainnya pada saat melakukan heking atau jelajah alam.

PPPK (First Aid) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. Berarti pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama melihat korban.

Keterampilan Pertolongan Pertama merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :

  1. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka
  2. kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain.
  3. kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan PRamuka di masyarakat


TUJUAN P3K

Tujuan P3K di bagi 4 antara lain :
  1. Mencegah kematian
  2. Mencegah cacat yang lebih berat
  3. Mencegah infeksi
  4. Mengurangi rasa sakit dan rasa takut

Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik malah bisa memperburuk akibat kecelakaan bahkan membunuh korban.

PRINSIP P3K

Beberapa prinsip yang harus ditanamkan pada jiwa petugas P3K apabila menghadapi kecelakaan adalah sebagai berikut ini:
Bersikaplah tenang, jangan panik. Anda diharap menjadi penolong bukan pembunuh atau menjadi korban selanjutnya (ditolong).
Gunakan mata dengan jeli, setajam mata elang (mampu melihat burung kecil diantara dedaunan), kuatkan hatimu/ tega melakukan tindakan yang membuat korban menjerit kesakitan sementara demi keselamatannya, lakukan gerakan dengan tangkas dan tepat tanpa menambah kerusakan. (“Eagle eyes – Lion heart – Ladies hand”)
Perhatikan keadaan sekitar kecelakaan cara terjadinya kecelakaan, cuaca dan sebagainya
Perhatikan keadaan penderita apakah pingsan, ada perdarahan dan luka, patah tulang, merasa sangat kesakitan
Periksa pernafasan korban. Kalau tidak bernafas, periksa dan bersihkan jalan nafas lalu berikan pernafasan bantuan (A, B = Airway, Breathing management)
Periksa nadi/ denyut jantung korban. Kalau jantung berhenti, lakukan pijat jantung luar. Kalau ada perdarahan massif segera hentikan (C = Circulatory management)
Apakah penderita Shock? Kalau shock cari dan atasi penyebabnya
Setelah A, B, dan C stabil, periksa ulang cedera penyebab atau penyerta. Kalau ada fraktur (patah tulang lakukan pembidaian pada tulang yang patah). Jangan buru-buru memindahkan atau membawa ke klinik atau rumah sakit sebelum tulang yang patah dibidai.
Sementara memberikan pertolongan, anda juga harus menghubungi petugas medis atau rumah sakit rujukan.

Setiap menemukan korban yang baru mati dengan tidak sewajarnya tanpa mengetahui penyebab kematian, maka urutan langkah penanganan harus baku menurut urutan A, B dan C sesuai kedaruratan penyebab kematian korban.

Kecelakaan dan Pertolongannya

Berikut ini adalah materi lengkap pramuka tentang pertolongan tepat dalam beberapa kasus kesehatan yang sering terjadi.

Pingsan
Kehilangan kesadaran atau pingsan bisa terjadi karena beberapa alsan. Misalnya adalah saat terkena sinar matahari terlalu lama. Maka pertolongan paling tepat adalah dengan memindahkan korban ke tempat yang lebih teduh. Segera mungkin dapatkan air dingin untuk mengompres. Pijatlah kaki dan tangan, apabila tidak ada perubahan segera hubungi dokter.

Pingsan bisa juga terjadi akibat kelelahan. Si korban akan mengalami kunang – kunang, kesadaran menurun, dan berkeringat. Untuk menolongnya, segera baringkan di tempat datar. Usahakan posisi kepala lebih rendah untuk membantu memperlancar aliran darah. Beri bau – bauan agar lekas sadar.

Kaki Kesleo
Jika kesleo maka cara menolongnya adalah mengompres kaki dengan air hangat, lalu diurut dengan hati – hati. Pasangkan kness dekker bila ada dan balut. Jangan lupa untuk mengistirahatkan korban dan menganjurkan agar tidak banyak melakukan gerakan berbahaya misalnya mencoba untuk berlari atau menyeret kaki.

Shock
Shock bisa disebabkan karena kekurangan cairan atau terganggunya salah satu alat tubuh. Hal ini menyebabkan denyut nadi meningkat sampai lebih dari 140 kali permenit. Bahkan bisa hilang jika dibiarkan.

Hal pertama untuk menolongnya adalah dengan membaringkannya pada posisi kepala lebih rendah dari posisi kaki, kecuali jika si korban mengalami gagar otak. Bila ada pendarahan usahakan untuk langsung dihentikan, pasang bidai jika perlu. Bersihkanlah mulut, hidung, dan tarik lidah korban keluar dari mulut.

Patah Tulang
Untuk kondisi ini, penanganannya dapat berbeda – beda tergantung bagian mana yang mengalami patah.

Patah tulang tertutup, bisa ditangani dengan memasang bidai dan langsung di bawa ke rumah sakit.
Patah tulang terbuka, jika tulang mencuat maka cuci luka dengan air bersih, tutup luka dengan kaca steril, jika memungkinkan maka tulang yang keluar segera masukkan kembali, berikan antiseptic, lalu segera bawa ke rumah sakit.
Patah tulang belakang, kecelakaan ini akan sangat fatal karena bisa menyebabkan kelumpuhan jika salah penanganan. Untuk menanganinya baringkan korban di tempat datar lalu segera hubungi ambulance. Hal yang sama juga dilakukan untuk menagani patah tulang panggul.
Patah tulang rusuk, dikhawatirkan tulang akan menusuk organ dalam, untuk itu amankan posisi korban. Jika ia jatuh terduduk maka pertahankan posisi itu, langsung panggil ambulance dan bawa ke rumah sakit. Jangan berusaha untuk memindahkannya.
Patah tulang meta karpal dan jari tangan, suruh korban untuk menggenggam bola karsa dan pasang perban elastic.
Patah tulang bisa sangat berbahaya jika tidak tahu dalam penanganannya, untuk itu jangan mencoba untuk melakukan improvisasi jika tidak memiliki pengetahuan cukup.

Mountain Sickness
Penyakit gunung ini bisa terjadi lantaran korban mengalami hipotermia. Pertolongan yang bisa dilakukan adalah dengan menambah suhu atau kehangatan untuk korban. Berikan minum hangat, salurkan panas tubuh dengan pelukan, beri pakaian tambahan seperti selimut tebal, dan baringkan sambil menyuruhnya untuk melakukan gerakan ringan seperti membuka – tutup telapak tangan.

Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menambah referensi tentang P3K.
Stay Safe, Stay Healthy !

Peraturan Baris-berbaris (PBB)

 Salam Pramuka !


Hallo pembaca setia blog titah pena. Dimanapun kalian berada semoga dalam keadaan sehat Wal'afiat. Aamiin.

Kali ini, saya mau share pembahasan tentang baris-berbaris.

Baris-berbaris ialah salah satu kegiatan yang ada di Pramuka  yang merupakan Ssuatu kegiatan yang dilaksanakan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup disiplin pada suatu organisasi masyarakat yang diarahkan terhadap terbentuknya perwatakan tertentu.

PBB diciptakan oleh Julius Caesar pada zaman romawi. PBB diciptakan guna membuat prajurit-prajurit romawi disiplin dan tegas.



Kegiatan Peraturan Baris Berbaris atau PBB biasa dilaksanakan pada kegiatan Pramuka. Pada kegiatan rutinitas, PBB menjadi kegiatan yang umum dilaksanakan pada tiap pertemuan. Peraturan pada Baris Berbaris yang digunakan setiap kegiatan Pramuka umumnya dilaksanakan menggunakan dua macam cara yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat.


Aba-aba yang biasa di pakai dalam kegiatan baris berbaris.


Pengertian


Aba-aba merupakan suatu perintah komando yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut dalam berbaris.


Macam-macam aba-aba pada PBB

Ada tiga macam aba-aba diantaranya :

1. Aba-aba petunjuk

Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.

Contoh:

·        Kepada Pemimpin Upacara-Hormat     - GERAK

·        Untuk amanat-istirahat di tempat           - GERAK


2. Aba-aba peringatan

Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.

Contoh:

·        Lencang kanan                              

   - GERAK (bukan lancang kanan)

·        Istirahat di tempat                           

   - GERAK (bukan ditempat istirahat)


3. Aba-aba pelaksanaan

Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:

·        GERAK

·        JALAN

·        MULAI


GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.

Contoh:

 -jalan ditempat             -GERAK

 -siap                            -GERAK

 -hadap kanan              -GERAK

 -lencang kanan            -GERAK


JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.

Contoh:

 -haluan kanan/kiri                - JALAN

 -dua langkah ke depan         - JALAN

 -satu langkah ke belakang    - JALAN


Catatan:

Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU

Contoh:

  -maju                                  - JALAN

  -haluan kanan/kiri                 - JALAN

  -hadap kanan/kiri maju         - JALAN

  -melintang kanan/kiri maju    - JALAN


Tentang istilah: “MAJU”


1.      Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.

2.      Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.


Misalnya:

·        Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju - JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.

·        Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.

·        Balik kana maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.


Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.


 Tentang aba-aba : “HENTI”


1.      Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.

Contoh:

·        Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.


MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.

Contoh:

   -hitung  -MULAI

   -tiga bersaf kumpul -MULAI 


CARA MEMBERIKAN ABA-ABA


a)      Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.

b)      Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.


Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK

Pelaksanaanya :

·        Pada waktu memberikan aba-aba menghadap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.

·        Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalam keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.


c)      Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.

Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.


d)      Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.


e)      Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.


f)        Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.


g)      Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.


h)      Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !

Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap

 GERAK


Gerakan Perorangan (Dasar) Baris Berbaris

a. SIKAP SEMPURNA


Aba-aba : Siap – GERAK.


Pelaksanaan, pada aba2 pelaksanaan badan berdiri tegap, kedua tumit rapat, kedua telapak kaki membentuk sudut 60, lutut lurus paha dirapatkan, berat badan pada kedua kaki, perut sedikit ditarik, dada dibusungkan, lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari mengenggam seperti meremas santan, ibu jari segaris dengan jahitan celana serta pandangan lurus kedepan dan bernapas sewajarnya.


b. ISTIRAHAT


Aba-aba : Istirahat ditempat – GERAK.


Pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri selebar 30 cm, kedua belah tangan dibawa kebelakang dan dibawah pinggang, punggung tangan kanan diatas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan, kedua tangan dilemaskan dan badan dapat bergerak.


c. LENCANG KANAN/KIRI (BERSAF)


Aba-aba : Lencang kanan/kiri – GERAK.


Pelaksanaan, dalam sikap sempurna, saf depan mengangkat lengan kanan/kiri dengan jari menggenggam dan menyentuh bahu kiri/kanan orang disebelahnya, punggung tangan menghadap keatas, kepala dipalingkan kekanan/kiri serta meluruskan diri hingga dapat melihat dada orang yang berada disebelah kanan/kirinya.


Pada saat pelaksanaan saf depan mengangkat lengan kanan / kiri dalam keadaan tangan menggenggam menyentuh bahu kanan / kiri orang yang berada disebelahnya.

Saf tengah dan belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan kedepan dengan pandangan mata, ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.

Penjuru saf tengah dan belakang mengambil jarak dari depan 1 lengan ditambah 2 kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan tanpa menunggu aba-aba.

Pada aba-aba Tegak – GERAK, semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.

d. SETENGAH LENCANG KANAN/KIRI


Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri – GERAK.


Pelaksanaan, sama seperti pada saat lencang kanan/kiri tetapi tangan kanan/kiri dipinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang. Pada aba-aba Tegak – GERAK, semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.


e. LENCANG DEPAN (BERBANJAR)


Aba-aba : Lencang depan – GERAK.


Pelaksanaan, penjuru sikap sempurna dan nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan, saf depan banjar tengah dan kiri mengambil jarak satu lengan kesamping kanan dan setelah lurus menurunkan tangan dan sikap sempurna kembali tanpa menunggu aba-aba. Banjar tengah dan kiri sikap sempurna.


f. CARA BERHITUNG


Aba-aba : Hitung – MULAI.


Pelaksanaan, jika bersaf, pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat kedepan, saf terdepan memalingkan mukanya kekanan dan pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut dimulai dari penjuru menghitung sambil memalingkan muka kembali kedepan. Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna dan pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut kebelakang menghitung Jika pasukanberbanjar/bersaf tiga, maka yang berada dipaling kiri mengucapkan LENGKAP atau KURANG …


Perubahan Arah Baris Berbaris

a. HADAP KANAN/KIRI


Aba-aba : Hadap kanan/kiri – GERAK.


Pelaksanaan,


kaki kiri/kanan dimajukan melintang di depan kaki kanan/kiri dan berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan.

Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90 derajat.

Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri

b. HADAP SERONG KANAN/KIRI


Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri – GERAK.


Pelaksanaan,


kaki kiri/kanan dimajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri.

Berputarlah arah 45 derajat ke kanan/kiri.

Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

c. BALIK KANAN


Aba-aba : Balik kanan – GERAK.


Pelaksanaan,


kaki kiri/kanan dimajukan melintang di depan kaki kanan/kiri dan berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan.

Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 180 derajat.

Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

d. CARA BERKUMPUL


 Aba-aba : 3 bersaf / berbanjar kumpul – MULAI.


Pelaksanaan,


Pelatih menunjuk seseorang sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah, berlari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah.

Setelah aba-aba pelaksanaan maka anggota lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri.

Penjuru melihat kekiri dan setalah lurus memberikan isyarat dengan kata LURUS dan setelah semua anggota mengambil sikap sempurna.

e. MEMBERI HORMAT


Aba-aba : Hormat – GERAK.


Pelaksanaan,


Gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan, siku serong 15 derajat kedepan, jari rapat dan lurus, telapak tangan serong ke bawah, pergelangan tangan lurus serta bahu tidak diangkat, pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat.

Jika memakai topi, maka jari tengah mengenai pinggir topi

Setelah selesai, langsung turun dan sikap sempurna.

f. BUBAR


Aba-aba : Bubar – JALAN.


Pelaksanaan,


Setiap orang memberikan penghormatan sambil memalingkan muka kepada yang diberi hormat. Dan setelah dibalas, kembali ke sikap sempurna.

Melakukan balik kanan.

Setelah dua hitungan dalam hati, lalu bubar.

g. JALAN DI TEMPAT


Aba-aba : Jalan di tempat – GERAK.


Pelaksanaan,


Dimulai dengan mengangkat kaki kiri dan kanan bergantian setinggi rata2 air, ujung kaki menuju kebawah, badan tegak dan pandangan mata ke depan dan lengan dirapatkan tidak melenggang.

Pada saat berhenti dengan aba-aba Henti – GERAK, kaki pada saat aba-aba ditambah dua hitungan kemudian sikap sempurna.

h. MEMBUKA/MENUTUP BARISAN


Aba-aba : Buka/tutup barisan – JALAN.


Pelaksanaan, regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke kanan dan kiri sedang regu tengah tetap di tempat. Bedanya hanya pada arahnya saja. Buka barisan regu kanan dan kiri melangkah menjauhi dari regu tengah sedangkan pada tutup barisan, regu kanan dan kiri melangkah mendekati regu tengah.


Gerakan Berjalan Baris Berbaris

Macam Langkah, Panjang Dan Temponya




MAJU – JALAN


Aba-aba : maju – JALAN.


Pelaksanaan, kaki kiri diayunkan ke depan, lutut lurus telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah, tangan kanan di lenggangkan kedepan 90 derajat, lengan kiri 30 derajat kebelakang dan kemudian langkah berikutnya berjalan biasa dengan lengan dilenggangkan kedepan 45 derajat dan kebelakang 30 derajat.


b. LANGKAH TEGAP


Aba-aba : Langkah tegap maju – JALAN.


Pelaksanaan, sama seperti berjalan biasa tapi dengan lengan dilenggangkan kedepan 90 derajat dan kebelakang 30 derajat, jari-jari tangan di genggam dengan tidak terpaksa dan punggung ibu jari menghadap ke atas serta setiap langkah dihentakkan. Bisa dilakukan dari langkah biasa dengan aba-aba pelaksanaan jatuh pada kaki kiri ditambah satu langkah dan kemudian langkah tegap, begitu juga sebaliknya


c. LANGKAH PERLAHAN


Aba-aba : Langkah perlahan maju – JALAN.

Pelaksanaan, kaki kiri dilangkahkan ke depan setelah kaki kiri menapak ditanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik kedepan dan ditahan sebentar disebelah mata kaki kiri kemudian dilanjutkan dilangkahkan kaki kanan di depan kaki kiri dan seterusnya.


d. LANGKAH KE SAMPING


Aba-aba : ….. Langkah ke kanan/kiri – JALAN.

Pelaksanaan, kaki kanan/kiri dilanjutkan ke samping kanan/kiri sesuai dengan ketentuan diatas dan selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan pada kaki kanan/kiri. Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna. Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.


e. LANGKAH KE BELAKANG


Aba-aba : ….. Langkah ke belakang – JALAN.

Pelaksanaan, melangkah ke belakang mulai dari kaki kiri sesuai dengan ketentuan diatas menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Lengan tidak boleh dilenggangkan. Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna. Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.


f. LANGKAH KE DEPAN


Aba-aba : ….. Langkah ke depan – JALAN.

Pelaksanaan, melangkah ke depan mulai dari kaki kiri sesuai dengan ketentuan diatas menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Gerakan kaki seperti gerakan langkah tegap dan dihentakkan. Lengan tidak boleh dilenggangkan. Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna. Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.


g. LANGKAH DI WAKTU LARI


Aba-aba : Lari maju – JALAN.

Pelaksanaan, pada saat aba-aba peringatan kedua tangan dikepalkan dan diletakkan dipinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap keluar, kedua siku sedikit kebelakang, badan agak dicondongkan kedepan. Pada saat aba-aba pelaksanaan dimulai dengan menghentakkan kaki kiri setengah langkah dan selanjutnya sesuai dengan panjang dan tempo ketentuan diatas


h. LANGKAH MERDEKA


Aba-aba : ….. Langkah merdeka – JALAN.

Pelaksanaan, dimulai dari langkah biasa. Setelah abaaba pelaksanaan, anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan panjang dan tempo yang berlaku. Anggota diijinkan untuk melakukan sesuatu yang dalam keadaan lain dilarang tetapi tetap dilarang meninggalkan barisan.


i. GANTI LANGKAH


Aba-aba : Ganti langkah – JALAN.

Pelaksanaan, dimulai dari langkah biasa atau langkah tegap. Setelah aba-aba pelaksanaan, ditambah satu langkah. Sesudah ujung kaki kanan/kiri yang sedang dibelakang dirapatkan pada badan untuk selanjutnya disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan. Langkah pertama hanya dilaksanakan sepanjang setengah langkah kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan.


Baik itulah pembahasan tentang PBB dalam pramuka. Semoga Bermanfaat.

Senin, 12 April 2021

MACAM-MACAM SANDI PRAMUKA

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Nama            : Nurlia Safitri 

Nim               : A1D118096

Ruang/Sem  : R003/6

Mata kuliah : Kepramukaan



Salam Pramuka!

Hallo sahabat titah pena. 

Dimanapun kalian berada semoga dalam keadaan sehat Wal'afiat. Aamiin

Kali ini saya mau share pembahasan tentang sandi dalam pramuka.

Yuk langsung saja kita simak !!!



Saat ini Pramuka menjadi salah satu kegiatan yang diwajibkan bagi pelajar di sekolah, yang mana sebagai upaya dalam penanaman pendidikan karakter. Salah  satu kegiatan dalam pramuka adalah mengenal sandi pramuka.

secara istilah, sandi berasal dari bahasa sansekerta yang memiliki arti rahasia atau menyembunyikan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sandi memiliki arti rahasia atau kode. Jadi, sandi pramuka adalah tulisan dengan huruf sandi ini yang akan sulit dimengerti oleh kaum awam yang belum mempelajarinya.

Meskipun sandi ini disebut sandi pramuka, namun penggunaannya tidak hanya dalam pramuka saja. Namun, sandi ini juga dipakai oleh dunia militer dan kepolisian untuk keperluan-keperluan tertentu. Oleh karena itu, mempelajarinya bukanlah tanpa manfaat.

Dalam sejarahnya, munculnya sandi berawal dari para pahlawan pada zaman dahulu yang sering melakukan perjalanan dengan berkelana dan berpindah-pindah tempat. Untuk itu mereka harus Menggunakan suatu bentuk komunikasi rahasia yang tidak diketahui oleh lawan. Mereka kemudian menciptakan sandi untuk mengelabui musuh-musuhnya.


Pada tahun 3000 SM di Kerajaan Babilonia ditemukan tulisan cuneiform. Tulisan cuneiform adalah salah satu tulisan kuno berbentuk paku yang ditulisakan di atas tanah liat. Untuk mengirimkan berita rahasia antar daerah, mereka menyukur rambut kepala budak kemudian menuliskan berita tersebut di kepalanya. Rambut budak tersebut dibiarkan tumbuh kembali baru kemudian budak dikirim ke tempat tujuan.

Setelah berada di tempat tujuan, rambut kepala budak akan dicukur kembali untuk mengetahui pesan rahasia yang akan disampaikan. Cara ini sangat efektif digunakan oleh para pemimpin pada masa itu untuk mengelabui musuh.

Julius Caesar mengirimkan berita rahasianya dengan Menggunakan sandi loncat. Sandi loncat dibuat dengan menuliskan huruf alphabet dalam satu garis kemudian memilih suatu angka rahasia misalnya adalah 3. Cara membaca sandi ini adalah dengan meletakkan telunjuk pada huruf A kemudian loncat ke samping sebanyak 3 huruf maka huruf yang ditunjuk adalah huruf D. Begitu seterusnya.


Pada masa sekarang komunikasi sangat luas sehingga dibutuhkan suatu kerahasiaan dalam bidang-bidang tertentu baik di dinas maupun militer. Sandi juga digunakan oleh pramuka dalam bentuk sandi pramuka sebagai suatu media pembelajaran bagi anggota pramuka.


MACAM-MACAM SANDI PRAMUKA


  • Sandi Merah Putih / Sandi Koordinat


Sandi merah putih ini dibuat dengan menjadikan kata “merah putih” sebagai sebuah patokan rumus dalam sebuah kotak. Pertama-tama kalian mesti menulis kata “merah putih” pada sebuah kubus dengan memposisikan kata merah pada bagian horizontal dan putih pada bagian vertikal.


Kemudian letakkan huruf abjad yang dimulai dengan huruf a pada kotak pertama antara huruf m & p pada kata merah putih. Selanjutnya, kesetaraan b, c, d, bentuk garis horizontal dengan yang terdiri dari 5 kotak. Lalu dengan huruf f, g, h, i dan j di bawahnya. Teruskan hingga huruf y. Karena huruf z pada sandi merah putuih atau sandi koordinat ini tidak dimasukkan.

Untuk menggunakan sandi merah putih cukup dilihat huruf mendatar dan huruf horizontalnya saja. Misal A maka ditulisa dengan huruf MP.

Contoh:

Pramuka = MI,RI,MP,RT,MH,MT,MP


  • Sandi kurung 



Khusus untuk abjad A hingga C hanya menggunakan simbol tanda kurung saja. Namun, untuk abjad berikutnya tanda kurung harus ditambah dengan angka mulai dari 1 hingga 8. Jika urutan angka sudah mencapai angka 8, maka jumlah tanda kurung ditambah.


Contohnya adalah A = ( , B = (( , C = ((( , D = (1, E = (2, O = ((4 , Z = (((7 , dan seterusnya.

Contoh Soal :

((5, (, ((8, (((2, (8, (, ((3

Jawabnya : PASUKAN

 Untuk memisahakn antar huruf digunakan tanda baca koma ( , ). Sedangkan untuk pemisah antar kata bisa dengan menggunakan spasi.



  • Sandi AZ

Dari penampakan soal sandinya, cukup mudah bagi kita untuk mengenalinya sebagai sandi AZ. Namun tidak ada salahnya kita telusuri lebih detail mengenai kata kunci yang disertakan. Dalam contoh sandi di atas, kata kuncinya adalah : "Aneh, A bisa berubah menjadi Z" Adanya huruf "A" dan "Z" inilah yang menjadi indikasi utama jenis sandi ini. Cara memecahkan dan membaca (termasuk cara membuat) sandi AZ sangat mudah. Sandi ini hanyalah saling mengganti antara dua deret urutan abjad. Deret pertama terdiri atas huruf A s.d. M sedangkan deret kedua terdiri atas huruf Z s.d. N. Sehingga akan terbentuk susunan atau deret huruf seperti berikut.

Untuk membaca dan membuat sandi AZ caranya tinggal mengganti huruf yang ada di deret atas dengan huruf yang ada di deret bawah. Begitupun sebaliknya huruf yang berada di deret bawah diganti dengan huruf yang ada di deret sebelah atas. kuncinya huruf A menjadi hurur Z. 

Berikut merupakan contoh penggunaan sandi AZ:

“ZPF ZMZP  KIZNFPZ”  bisa diganti masing-masing hurufnya. Huruf K=P, I=R, Z=A, N=M, F=U, P=K, Z=A dan seterusnya sehingga dari kata-kata yang tersusun tersebut dapat dibaca yaitu “AKU ANAK PRAMUKA”.


  • Sandi Morse

Kode Morse atau 'Sandi Morse' adalah sistem representasi huruf, angka, tanda baca dan sinyal dengan menggunakan kode titik dan garis yang disusun mewakili karakter tertentu[1] pada alfabet atau sinyal (pertanda) tertentu yang disepakati penggunaannya di seluruh dunia. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835.



Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.

Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh –·– berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh ·–· dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh ·– dan huruf N yang diwakili oleh –·.

  • Sandi Semaphore


Semafor adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan bendera, dayung, batang, tangan kosong atau dengan sarung tangan. Informasi yang didapat dibaca melalui posisi bendera atau tangan. Namun kini yang umumnya digunakan adalah bendera, yang dinamakan bendera semafor. Pengiriman sandi melalui bendera semafor ini menggunakan dua bendera, yang masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera yang persegi merupakan penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna dan sebaiknya menggunakan warna yang cerah. Warna yang digunakan sebenarnya bisa bermacam-macam, tetapi yang lazim digunakan adalah warna merah dan kuning, di mana letak warna merah selalu berada dekat tangkai bendera.


Pengirim pesan hanya menggunakan gerakan lengan atas untuk mengirim pesan. Sedangkan siku dan pergelangan tangan harus tetap lurus. Posisi kaki harus tegak namun tetap fleksibel untuk melakukan gerakan dan tidak boleh kaku. Intinya pengirim pesan harus tetap rileks dalam mengirimkan pesan. Untuk penerima pesan agak sedikit berbeda dalam membaca pesan dari pengirim. Karena posisi bendera untuk penerima pesan adalah kebalikan dari pengirim pesan.

Salah satu cara yang mudah untuk menghafal kode isyarat semaphore adalah dengan metode jarum jam. Namun ada tata cara mengirim pesan dengan bendera semapur yang sudah baku, antara lain:[1]

Jika penerima pesan telah siap untuk menerima maka mengirim huruf K.
Jika penerima belum siap mengirim huruf Q.
Jika penerima telah siap pengirim pesan mengirimkan huruf-huruf isi pesan satu-persatu.
Untuk memisahkan setiap kata posisi bendera dipegang bersilang di bawah.
Namun jika terjadi kesalahan dalam mengirim berita, kirim huruf E sebanyak 8 kali atau cukup mengirim tanda salah/annulir (posisi 3-7) lalu ulangi kata-kata yang salah.
Setiap perkataan telah diterima dengan baik, penerima pesan mengirim huruf C.
Jika pengirim berita mengirim huruf I-M-I dirangkai, artinya penerima meminta kata terakhir di ulang. Ulangi kembali mengirim kata terakhir sebelum diteruskan kata-kata berikutnya.
Untuk menyatakan berita telah selesai dikirim dinyatakan dengan huruf A-R.
Tunggu sampai penerima mengirim huruf R yang berarti berita telah diterima dengan baik.
Beberapa sandi lainnya yang biasa digunakan dalam semafor adalah:

U-R: berita siap dimulai
M-K: geser kanan
M-L: geser kiri.
Untuk membuat sandi angka:

Diawali dengan memberi tanda angka (mode numerik) dengan cara bendera disilang membentuk huruf "X" di atas kepala atau posisi bendera 4-5.
Kirim angka dengan ketentuan:
Huruf A untuk angka 1
Huruf B untuk angka 2
Huruf C untuk angka 3
Huruf D untuk angka 4
Huruf E untuk angka 5
Huruf F untuk angka 6
Huruf G untuk angka 7
Huruf H untuk angka 8
Huruf I untuk angka 9
Huruf K untuk angka 0.
Untuk mengakhiri pengiriman angka kirim huruf "J" (mode alphabetik).


  • Tanda-tanda Alam
1. Kabut

Kabut tipis dan rata membumbung tinggi ke atas berarti kurangnya uap air di udara dan brtanda cuaca akan selalu baik.
Cuaca terang benderang pada pagi hari bertanda buruk pada hari itu, apabila kemarin ada hujan.
Langit yang ditutupi awan kemudian meulai terang pada pagi hari bertanda cuaca baik.
Apabila ada kabut di atas lembah pada pagi hari bertanda cuaca baik, sedang di gunung akan turun hujan.

2. Awan

Apabila langit diliputi awan yang tebal dan gelap berarti akan turun hujan yang deras.

3. Matahari
Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi garis-garis awan yang kehitaman bertanda ada hujan, apabila berwarna bersih dan terang dan bertanda hari baik.
Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan yang terang bertanda cuaca baik, apabila warna merah dicampuri garis kekuning-kuningan bertanda hujan lebat.
Apabila matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan/orange bertanda ada hujan, apabila dengan warna merah muda atau kekuning-kuningan bertanda baik, warna merah pada matahari terbenam berarti akan ada angin yang cukup kencang.

4. Bintang
Apabila pada malam hari bintang di langit kelihatan terang sekali, maka pada malam itu cuaca akan baik, sedangkan bila nampak suram bertanda cuaca kurang baik/buruk.

5. Bulan
Apabila terlihat terang dan bersinar berarti cuaca baik, tapi bila bulan diliputi awan yang gelap berarti hujan akan turun.
Apabila ada lingkaran putih (halo) yang melingkari bulan berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari itu.

6. Binatang
Apabila kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca maka, kita akan tercengang atas keganjilan-keganjilan yang dilakukannya dengan cara mereka, antara lain :

 1. Laba-laba

Akan bersembunyi bila cuaca akan buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik.

2. Semut

Akan tetap di dalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila mereka keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda cuaca akan tetap baik.

3. Lebah

Dengan melihat sarangnya; pada cuaca baik, mereka berterbangan jauh dari sarangnya/peternakan.

4. Lalat

Apabila akan turun hujan mereka akan hinggap di tembok/dinding, sedangkan pada cuaca baik mereka akan berterbangan kian kemari.

5. Nyamuk

Apabila di pagi hari mereka mengganggu atau menggigit kita, maka berarti akan turun hujan.

Apabila pada matahari terbenam berterbangan kian kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik.

Apabila selalu terbang di tempat yang gelap/ di dalam bayang/bayang bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.

6. Cacing

Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah berbutir-butir di kebun, berarti akan turun hujan.

7. Lintah

Kita dapat membuat barometer dari seekor lintah yang ditaruh dalam gelas berisi air, yaitu : Bila lintah melekat pada gelas di atas permukaan air, maka bertanda cuaca akan tetap membaik ; Apabila ia berdiam di dasar gelas bertanda cuaca buruk dalam waktu yang lama ; apabila akan datangtopan maka ia akan melekat erat-erat di gelas sedang ekornya digerak-gerakkan sekeras-kerasnya.


8. Siput

Pada cuaca yang baik akan merayap dengan tenang, sedang pada cuaca buruk akan merayap dengan cepat.

9. Ikan

Akan melompat-lompat di atas air bila cuaca akan buruk.

9. Katak

Pada cuaca buruk akan berdiam dalam air dan pada cuaca baik mereka akan duduk di tepi kolam.

Apabila pada malam hari cuacanya baik di musim kemarau mereka tidak menyanyi maka cuaca buruk akan datang.

10. Ayam

Pada waktu hujan ayam akan berteduh. Bila hujan tidak akan lama mereka akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan. Apabila mereka selalu mencakar-cakar tanah berarti hujan akan datang.

11. Bebek / Angsa

Mereka nampak tidak senang dan selalu menggigit bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan buruk.

12. Burung Kepinis

Pada waktu cuaca baik mereka akan terbang tinggi sekali karena serangga tinggi pula terbangnya.

Apabila terbang rendah sekali bertanda cuaca buruk akan hujan.

Bila cuaca buruk di pagi hari maka mereka tidak akan keluar dari sarangnya.

13. Kambing

Apabila akan turun hujan bau badannya dapat tercium dari jarak yang lebih jauh daripada ketika cuaca baik.

14. Kelelawar

Mereka akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan baik pada malam hari itu.

Bila mereka berdiam di dalam goa maka cuaca akan buruk.

15. Asap

Bila asap naik dengan tegak lurus dan tinggi sekali maka cuaca pada hari itu akan tetap baik. Apabila asap naiknya mendatar dengan tanah/rendah maka cuaca akan buruk.Burung

16. Gagak

Apabila hujan akan turun mereka akan terbang berputar-putar di atas sarangnya.



            Tanda-tanda lain apabila cuaca akan buruk :

  1. Kucing akan duduk membelakangi api sambil mengusap-usap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi dengan mulutnya.
  2. Bila anjing menggali tanah atau menyembunyikan tulangnya.
  3. Burung-burung membasahi bulunya dengan paruhnya.
  4. Bila bau bunga tercium semerbak sekali
  5. Burung-burung laut terbang menuju daratan.

Dengan mengenali tanda tanda alam dan sekitar kita, akan terasa jadi lebih dekat dan nyaman sekaligus menikmati alam ciptaan Tuhan . Semoga bermanfaat di suatu hari nanti.

Baik, itulah pembahasan seputar kepramukaan tentang sandi dan tanda alam. Semoga bermanfaat. 
Stay Safe, stay healthy!

UAS Mata Kuliah Kepramukaan

  Nama : Nurlia Safitri Nim : A1D118096 Ruang/Sem : R-003/6 Mata Kuliah : Kepramukaan MATERI 1 Dasar Filsafat Metode Pendidikan Kepanduan: P...