Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Nama : Nurlia Safitri
Nim : A1D118096
Ruang/Sem : R003/6
Mata kuliah : Kepramukaan
Salam Pramuka!
Hallo sahabat titah pena.
Dimanapun kalian berada semoga dalam keadaan sehat Wal'afiat. Aamiin
Kali ini saya mau share pembahasan tentang sandi dalam pramuka.
Yuk langsung saja kita simak !!!
Saat ini Pramuka menjadi salah satu kegiatan yang diwajibkan bagi pelajar di sekolah, yang mana sebagai upaya dalam penanaman pendidikan karakter. Salah satu kegiatan dalam pramuka adalah mengenal sandi pramuka.
secara istilah, sandi berasal dari bahasa sansekerta yang memiliki arti rahasia atau menyembunyikan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sandi memiliki arti rahasia atau kode. Jadi, sandi pramuka adalah tulisan dengan huruf sandi ini yang akan sulit dimengerti oleh kaum awam yang belum mempelajarinya.
Meskipun sandi ini disebut sandi pramuka, namun penggunaannya tidak hanya dalam pramuka saja. Namun, sandi ini juga dipakai oleh dunia militer dan kepolisian untuk keperluan-keperluan tertentu. Oleh karena itu, mempelajarinya bukanlah tanpa manfaat.
Dalam sejarahnya, munculnya sandi berawal dari para pahlawan pada zaman dahulu yang sering melakukan perjalanan dengan berkelana dan berpindah-pindah tempat. Untuk itu mereka harus Menggunakan suatu bentuk komunikasi rahasia yang tidak diketahui oleh lawan. Mereka kemudian menciptakan sandi untuk mengelabui musuh-musuhnya.
Pada tahun 3000 SM di Kerajaan Babilonia ditemukan tulisan cuneiform. Tulisan cuneiform adalah salah satu tulisan kuno berbentuk paku yang ditulisakan di atas tanah liat. Untuk mengirimkan berita rahasia antar daerah, mereka menyukur rambut kepala budak kemudian menuliskan berita tersebut di kepalanya. Rambut budak tersebut dibiarkan tumbuh kembali baru kemudian budak dikirim ke tempat tujuan.
Setelah berada di tempat tujuan, rambut kepala budak akan dicukur kembali untuk mengetahui pesan rahasia yang akan disampaikan. Cara ini sangat efektif digunakan oleh para pemimpin pada masa itu untuk mengelabui musuh.
Julius Caesar mengirimkan berita rahasianya dengan Menggunakan sandi loncat. Sandi loncat dibuat dengan menuliskan huruf alphabet dalam satu garis kemudian memilih suatu angka rahasia misalnya adalah 3. Cara membaca sandi ini adalah dengan meletakkan telunjuk pada huruf A kemudian loncat ke samping sebanyak 3 huruf maka huruf yang ditunjuk adalah huruf D. Begitu seterusnya.
Pada masa sekarang komunikasi sangat luas sehingga dibutuhkan suatu kerahasiaan dalam bidang-bidang tertentu baik di dinas maupun militer. Sandi juga digunakan oleh pramuka dalam bentuk sandi pramuka sebagai suatu media pembelajaran bagi anggota pramuka.
MACAM-MACAM SANDI PRAMUKA
- Sandi Merah Putih / Sandi Koordinat
Sandi merah putih ini dibuat dengan menjadikan kata “merah putih” sebagai sebuah patokan rumus dalam sebuah kotak. Pertama-tama kalian mesti menulis kata “merah putih” pada sebuah kubus dengan memposisikan kata merah pada bagian horizontal dan putih pada bagian vertikal.
Kemudian letakkan huruf abjad yang dimulai dengan huruf a pada kotak pertama antara huruf m & p pada kata merah putih. Selanjutnya, kesetaraan b, c, d, bentuk garis horizontal dengan yang terdiri dari 5 kotak. Lalu dengan huruf f, g, h, i dan j di bawahnya. Teruskan hingga huruf y. Karena huruf z pada sandi merah putuih atau sandi koordinat ini tidak dimasukkan.
Untuk menggunakan sandi merah putih cukup dilihat huruf mendatar dan huruf horizontalnya saja. Misal A maka ditulisa dengan huruf MP.
Contoh:
Pramuka = MI,RI,MP,RT,MH,MT,MP
Khusus untuk abjad A hingga C hanya menggunakan simbol tanda kurung saja. Namun, untuk abjad berikutnya tanda kurung harus ditambah dengan angka mulai dari 1 hingga 8. Jika urutan angka sudah mencapai angka 8, maka jumlah tanda kurung ditambah.
Contohnya adalah A = ( , B = (( , C = ((( , D = (1, E = (2, O = ((4 , Z = (((7 , dan seterusnya.
Contoh Soal :
((5, (, ((8, (((2, (8, (, ((3
Jawabnya : PASUKAN
Untuk memisahakn antar huruf digunakan tanda baca koma ( , ). Sedangkan untuk pemisah antar kata bisa dengan menggunakan spasi.
Dari penampakan soal sandinya, cukup mudah bagi kita untuk mengenalinya sebagai sandi AZ. Namun tidak ada salahnya kita telusuri lebih detail mengenai kata kunci yang disertakan. Dalam contoh sandi di atas, kata kuncinya adalah : "Aneh, A bisa berubah menjadi Z" Adanya huruf "A" dan "Z" inilah yang menjadi indikasi utama jenis sandi ini. Cara memecahkan dan membaca (termasuk cara membuat) sandi AZ sangat mudah. Sandi ini hanyalah saling mengganti antara dua deret urutan abjad. Deret pertama terdiri atas huruf A s.d. M sedangkan deret kedua terdiri atas huruf Z s.d. N. Sehingga akan terbentuk susunan atau deret huruf seperti berikut.
Untuk membaca dan membuat sandi AZ caranya tinggal mengganti huruf yang ada di deret atas dengan huruf yang ada di deret bawah. Begitupun sebaliknya huruf yang berada di deret bawah diganti dengan huruf yang ada di deret sebelah atas. kuncinya huruf A menjadi hurur Z.
Berikut merupakan contoh penggunaan sandi AZ:
“ZPF ZMZP KIZNFPZ” bisa diganti masing-masing hurufnya. Huruf K=P, I=R, Z=A, N=M, F=U, P=K, Z=A dan seterusnya sehingga dari kata-kata yang tersusun tersebut dapat dibaca yaitu “AKU ANAK PRAMUKA”.
Kode Morse atau 'Sandi Morse' adalah sistem representasi huruf, angka, tanda baca dan sinyal dengan menggunakan kode titik dan garis yang disusun mewakili karakter tertentu[1] pada alfabet atau sinyal (pertanda) tertentu yang disepakati penggunaannya di seluruh dunia. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835.

Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.
Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh –·– berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh ·–· dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh ·– dan huruf N yang diwakili oleh –·.
Semafor adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan bendera, dayung, batang, tangan kosong atau dengan sarung tangan. Informasi yang didapat dibaca melalui posisi bendera atau tangan. Namun kini yang umumnya digunakan adalah bendera, yang dinamakan bendera semafor. Pengiriman sandi melalui bendera semafor ini menggunakan dua bendera, yang masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera yang persegi merupakan penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna dan sebaiknya menggunakan warna yang cerah. Warna yang digunakan sebenarnya bisa bermacam-macam, tetapi yang lazim digunakan adalah warna merah dan kuning, di mana letak warna merah selalu berada dekat tangkai bendera.
Pengirim pesan hanya menggunakan gerakan lengan atas untuk mengirim pesan. Sedangkan siku dan pergelangan tangan harus tetap lurus. Posisi kaki harus tegak namun tetap fleksibel untuk melakukan gerakan dan tidak boleh kaku. Intinya pengirim pesan harus tetap rileks dalam mengirimkan pesan. Untuk penerima pesan agak sedikit berbeda dalam membaca pesan dari pengirim. Karena posisi bendera untuk penerima pesan adalah kebalikan dari pengirim pesan.
Salah satu cara yang mudah untuk menghafal kode isyarat semaphore adalah dengan metode jarum jam. Namun ada tata cara mengirim pesan dengan bendera semapur yang sudah baku, antara lain:[1]
Jika penerima pesan telah siap untuk menerima maka mengirim huruf K.
Jika penerima belum siap mengirim huruf Q.
Jika penerima telah siap pengirim pesan mengirimkan huruf-huruf isi pesan satu-persatu.
Untuk memisahkan setiap kata posisi bendera dipegang bersilang di bawah.
Namun jika terjadi kesalahan dalam mengirim berita, kirim huruf E sebanyak 8 kali atau cukup mengirim tanda salah/annulir (posisi 3-7) lalu ulangi kata-kata yang salah.
Setiap perkataan telah diterima dengan baik, penerima pesan mengirim huruf C.
Jika pengirim berita mengirim huruf I-M-I dirangkai, artinya penerima meminta kata terakhir di ulang. Ulangi kembali mengirim kata terakhir sebelum diteruskan kata-kata berikutnya.
Untuk menyatakan berita telah selesai dikirim dinyatakan dengan huruf A-R.
Tunggu sampai penerima mengirim huruf R yang berarti berita telah diterima dengan baik.
Beberapa sandi lainnya yang biasa digunakan dalam semafor adalah:
U-R: berita siap dimulai
M-K: geser kanan
M-L: geser kiri.
Untuk membuat sandi angka:
Diawali dengan memberi tanda angka (mode numerik) dengan cara bendera disilang membentuk huruf "X" di atas kepala atau posisi bendera 4-5.
Kirim angka dengan ketentuan:
Huruf A untuk angka 1
Huruf B untuk angka 2
Huruf C untuk angka 3
Huruf D untuk angka 4
Huruf E untuk angka 5
Huruf F untuk angka 6
Huruf G untuk angka 7
Huruf H untuk angka 8
Huruf I untuk angka 9
Huruf K untuk angka 0.
Untuk mengakhiri pengiriman angka kirim huruf "J" (mode alphabetik).
1. Kabut
Kabut tipis dan rata membumbung tinggi ke atas berarti kurangnya uap air di udara dan brtanda cuaca akan selalu baik.
Cuaca terang benderang pada pagi hari bertanda buruk pada hari itu, apabila kemarin ada hujan.
Langit yang ditutupi awan kemudian meulai terang pada pagi hari bertanda cuaca baik.
Apabila ada kabut di atas lembah pada pagi hari bertanda cuaca baik, sedang di gunung akan turun hujan.
2. Awan
Apabila langit diliputi awan yang tebal dan gelap berarti akan turun hujan yang deras.
3. Matahari
Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi garis-garis awan yang kehitaman bertanda ada hujan, apabila berwarna bersih dan terang dan bertanda hari baik.
Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan yang terang bertanda cuaca baik, apabila warna merah dicampuri garis kekuning-kuningan bertanda hujan lebat.
Apabila matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan/orange bertanda ada hujan, apabila dengan warna merah muda atau kekuning-kuningan bertanda baik, warna merah pada matahari terbenam berarti akan ada angin yang cukup kencang.
4. Bintang
Apabila pada malam hari bintang di langit kelihatan terang sekali, maka pada malam itu cuaca akan baik, sedangkan bila nampak suram bertanda cuaca kurang baik/buruk.
5. Bulan
Apabila terlihat terang dan bersinar berarti cuaca baik, tapi bila bulan diliputi awan yang gelap berarti hujan akan turun.
Apabila ada lingkaran putih (halo) yang melingkari bulan berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari itu.
6. Binatang
Apabila kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca maka, kita akan tercengang atas keganjilan-keganjilan yang dilakukannya dengan cara mereka, antara lain :
1. Laba-laba
Akan bersembunyi bila cuaca akan buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik.
2. Semut
Akan tetap di dalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila mereka keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda cuaca akan tetap baik.
3. Lebah
Dengan melihat sarangnya; pada cuaca baik, mereka berterbangan jauh dari sarangnya/peternakan.
4. Lalat
Apabila akan turun hujan mereka akan hinggap di tembok/dinding, sedangkan pada cuaca baik mereka akan berterbangan kian kemari.
5. Nyamuk
Apabila di pagi hari mereka mengganggu atau menggigit kita, maka berarti akan turun hujan.
Apabila pada matahari terbenam berterbangan kian kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik.
Apabila selalu terbang di tempat yang gelap/ di dalam bayang/bayang bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.
6. Cacing
Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah berbutir-butir di kebun, berarti akan turun hujan.
7. Lintah
Kita dapat membuat barometer dari seekor lintah yang ditaruh dalam gelas berisi air, yaitu : Bila lintah melekat pada gelas di atas permukaan air, maka bertanda cuaca akan tetap membaik ; Apabila ia berdiam di dasar gelas bertanda cuaca buruk dalam waktu yang lama ; apabila akan datangtopan maka ia akan melekat erat-erat di gelas sedang ekornya digerak-gerakkan sekeras-kerasnya.
8. Siput
Pada cuaca yang baik akan merayap dengan tenang, sedang pada cuaca buruk akan merayap dengan cepat.
9. Ikan
Akan melompat-lompat di atas air bila cuaca akan buruk.
9. Katak
Pada cuaca buruk akan berdiam dalam air dan pada cuaca baik mereka akan duduk di tepi kolam.
Apabila pada malam hari cuacanya baik di musim kemarau mereka tidak menyanyi maka cuaca buruk akan datang.
10. Ayam
Pada waktu hujan ayam akan berteduh. Bila hujan tidak akan lama mereka akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan. Apabila mereka selalu mencakar-cakar tanah berarti hujan akan datang.
11. Bebek / Angsa
Mereka nampak tidak senang dan selalu menggigit bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan buruk.
12. Burung Kepinis
Pada waktu cuaca baik mereka akan terbang tinggi sekali karena serangga tinggi pula terbangnya.
Apabila terbang rendah sekali bertanda cuaca buruk akan hujan.
Bila cuaca buruk di pagi hari maka mereka tidak akan keluar dari sarangnya.
13. Kambing
Apabila akan turun hujan bau badannya dapat tercium dari jarak yang lebih jauh daripada ketika cuaca baik.
14. Kelelawar
Mereka akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan baik pada malam hari itu.
Bila mereka berdiam di dalam goa maka cuaca akan buruk.
15. Asap
Bila asap naik dengan tegak lurus dan tinggi sekali maka cuaca pada hari itu akan tetap baik. Apabila asap naiknya mendatar dengan tanah/rendah maka cuaca akan buruk.Burung
16. Gagak
Apabila hujan akan turun mereka akan terbang berputar-putar di atas sarangnya.
Tanda-tanda lain apabila cuaca akan buruk :
- Kucing akan duduk membelakangi api sambil mengusap-usap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi dengan mulutnya.
- Bila anjing menggali tanah atau menyembunyikan tulangnya.
- Burung-burung membasahi bulunya dengan paruhnya.
- Bila bau bunga tercium semerbak sekali
- Burung-burung laut terbang menuju daratan.
Dengan mengenali tanda tanda alam dan sekitar kita, akan terasa jadi lebih dekat dan nyaman sekaligus menikmati alam ciptaan Tuhan . Semoga bermanfaat di suatu hari nanti.
Baik, itulah pembahasan seputar kepramukaan tentang sandi dan tanda alam. Semoga bermanfaat.
Stay Safe, stay healthy!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar